1. Seorang tukang las membuat model kerangka besi berbentuk kubus dengan panjang rusuknya 80 cm. Berapa meter besi yang di butuhkan ?
2. Seorang pedagang ikan hias ingin membuat sebuah kerangka akuarium dengan menggunakan aluminium. Kerangka tersebut berbentuk balok dengan ukuran 2 m x 1 m x 50 cm. Jika harga aluminium Rp30.000,00 per meter, maka biaya yang diperlukan untuk membuat kerangka akuarium tersebut adalah ….
3. Sebuah aula berbentuk balok dengan ukuran panjang 8 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4 meter. Dinding bagian dalamnya akan dicat dengan biaya Rp80.000,00 per meter persegi. Jumlah seluruh biaya pengecatan adalah ….
4. Sebuah kolam berbentuk balok berukuran panjang 5 m, lebar 3 m, dan dalam 2 m. Banyak air maksimal yang dapat ditampung adalah ….
Catatan :
Kerjakan soal di atas di buku latihan, kemudian silahkan di foto dan di kirim ke email ibu faradibaarifin25@gmail.com
Paling lambat pukul 15.00 atau jam 3 sore ..
Jika sudah mengumpulkan silahkan komen di blog ibu sebagai absen ..
Jika tidak mengumpulkan tugas dan tidak komen di blog maka di anggap ALFA !
Dalam pembahasan kali ini kita akan mempelajari luas permukaan kubus dan balok. Agar kita mudah menentukan luas dan volume maka harus diingat lagi bahwa sebuah kubus memiliki 6 sisi yang berbentuk persegi. Adapun sebuah balok mempunyai 6 bidang atau sisi yang berbentuk persegi panjang.
A. Luas permukaan kubus dan balok.
Luas permukaan kubus dan balok adalah jumlah dari seluruh sisi kubus dan balok itu sendiri. Untuk menentukan luas permukaan sebuah kubus maka kita harus mengingat kembeli bahwa sebuah kubus terdiri dari 6 sisi yang setiap rusuknya sama panjang . Karena panjang setiap rusuk s, maka luas setiap sisi kubus adalah s², maka luas permukaan sebuah kubus dapat ditulis 6s².
L = 6s² ,
dengan : L = luas permukaan kubus, s = panjang rusuk kubus
Untuk menentukan luas permukaan sebuah bangun balok . Balok memiliki 3 pasang sisi yang sama panjang dan sebangun. Luas 3 sisi persegi panjangnya adalah (p x l), (l x t), (p x t), namun karena yang diukur luasnya adalah bangun ruang yaitu balok yang jumlah seluruh sisinya ada 6 maka rumus luasnya adalah dua kali luas 3 sisi persegi panjang yang diketahui.
L = 2 (p x l) + 2 (l x t) + 2 (p x t)
= 2 ((p x l) + (l x t) + (p x t))
dengan:
L = luas permukaan balok
p = panjang balok
l = lebar balok
t = tinggi balok
contoh:
1. Sebuah kubus panjang setiap rusuknya 4 cm. tentukan luas permukaan kubus tersebut
2. Sebuah balok berukuran (3 x 2 x 4) cm. tentukan luas permukaan balok
pembahasan:
1. Luas permukaan kubus yang panjang setiapa rusuknya 4 cm.
luas permukaan = 6s²
= 6 x 4²
= 96 cm²
2. Balok berukuran (3 x 2 x 4) cm artinya panjang = 3 cm, lebar = 2 cm dan tinggi = 4 cm.
Ada beberapa hukum dalam hubungan antar sudut, yaitu sudut saling berpelurus, sudut saling berpenyiku dan sudut saling bertolak belakang.
Untuk lebih jelasnya silahkan baca dan pahami uraian berikut ini dengan seksama!
1. Sudut Saling Berpelurus
Diketahui sudut lurus AOB.
Gambar: Sudut Berpelurus
Garis OC membagi sudut lurus AOB menjadi dua bagian, yaitu ĆAOC dan ĆBOC. Suatu sudut yang membuat sudut lain menjadi sudut lurus dinamakan sudut pelurus dan kedua sudut itu merupakan sudut yang saling berpelurus.
Dengan demikian, ĆBOC adalah pelurus dari ĆAOC atau sebaliknya ĆAOC adalah pelurus ĆBOC.
Pada Gambar tersebut, ĆAOC = ao dan ĆBOC = bo, maka ao + bo = 180o. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
Jika dua buah sudut membentuk sudut lurus, maka sudut yang satu merupakan pelurus sudut yang lain dan kedua sudut itu dikatakan saling berpelurus.
2. Sudut yang Saling Berpenyiku
ĆBOA siku-siku.
Gambar: Sudut Berpenyiku
Garis OP membagi sudut BOA menjadi dua bagian, yaitu ĆAOC = xo dan ĆBOC = yo. Dua buah sudut yang membentu ksudut siku-siku disebut saling berpenyiku.
Dengan demikian, ĆAOC adalah penyiku dari ĆBOC atau sebaliknya ĆBOC adalah penyiku ĆAOC. Karena ĆAOC = xo dan ĆBOC = yo, maka xo + yo = 90o.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
Jika dua buah sudut membentuk sudut siku-siku (90o), maka sudut yang satu merupakan penyiku sudut yang lain dan kedua sudut itu dikatakan saling berpenyiku.
3. Sudut Bertolak Belakang
Gambar di bawah ini menunjukkan dua buah garis yang saling berpotongan, yaitu AB dan CD dan membentuk empat sudut di titik O.
Gambar: Sudut Bertolak Belakang
Keempat sudut itu adalah ĆAOC, ĆBOD, ĆAOD, dan ĆBOC. Dua pasang sudut itu saling bertolak belakang, yaitu
ĆAOC bertolak belakang dengan ĆBOD, dan
ĆAOD bertolak belakang dengan ĆBOD.
Pada Gambar tersebut juga terlihat bahwa ĆAOC dan ĆAOD membentuk sudut lurus demikian juga ĆBOC dan ĆBOD.
Pembahasan awal yang akan diberikan adalah mengetahui besar sudut pada jam analog. Maksud besar sudut pada jam analog di sini didasarkan pada sudut satu putaran penuh dan angka yang terdapat pada jam analog. Kalian pasti mengetahui bahwa pada jam analog terdapat 12 angka, mulai dari angka 1 (satu) sampai angka 12 (duabelas). Sehingga, dapat diketahui besar sudut yang mewakili besar sudut dari satu bilangan ke bilangan lain. Besar sudut yang mewakili setiap perpindahan angka tersebut adalah 30o. Dari mana besar sudut diperoleh? Besar sudut tersebut diperoleh dari sudut penuh satu putaran, yaitu 360o, dibagi banyaknya angka yang terdapat pada jam analog, yaitu 12.
Besar sudut ini akan digunakan sebagai pengali sudut yang dilalui jarum pendek (jarum penunjuk jam).
Sedangkan untuk setiap pergerakan dari satu bilangan ke bilangan, jarum detik akan bergerak selama 5 kali. Artinya dalam satu gerakan jarum detik, besar sudut yang dilalui adalah 6o. Besar sudut ini diperoleh dari 30o dibagi 5, diperoleh hasil 6 derajat.
Besar sudut ini akan digunakan sebagai pengali sudut yang dilalui jarum panjang (jarum penunjuk menit).
Menghitung Besar Sudut Terkecil Jarum Jam
Selanjutnya, ulasan akan masuk pada cara menghitung besar sudut terkecil jarum jam. Untuk menentukan besar sudut terkecil yang dibentuk jarum jam dapat diperoleh melalui tiga perhitungan. Perhitungan pertama untuk menentukan besar sudut yang dilalui jarum jam pendek (jarum penunjuk jam). Perhitungan kedua untuk menentukan besar sudut yang dilalui jarum jam panjang (jarum penunjuk menit). Yang terakhir adalah menghitung besar sudut terkecil yang dibentuk oleh jarum jam melalui selisih sudut dari dua perhitungan sebelumnya.
Seperti halnya garis singgung persekutuan luas dua lingkaran, garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran juga melibatkan dua buah lingkaran dan sebuah garis singgung. Bedanya terletak pada posisi garis singgung lingkaran. Dua titik singgung lingkaran pada garis singgung persekutuan luar dua lingkaran terletak di sisi yang sama. Sedangkan dua titik singgung lingkaran pada garis singggung persekutuan dalam dua lingkaran terletak bersebrangan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah!
Sama halnya dengan garis singgung persekutuan dalam, garis singgung persekutuan luar juga didapat dengan menerapkan konsep teorema phytagoras.
Perhatikan bahwa segitiga PP’O merupakan segitiga siku-siku yang siku-siku di P’. Dengan teorema phytagoras dapat diperoleh panjang PP’ yaitu sebagai berikut.
Karena maka,
Sehingga, rumus garis singgung persekutuan dalam dua llingkaran dapat dinyatakan dalam rumus di bawah.
Rumus mencari panjang garis singgung persekutuan dalam
Keterangan: AB = PP’ = Garis singgung persekutuan luar lingkaran OP = Jarak antara kedua pusat lingkaran R = Jari-jari lingkaran besar r = jari-jari lingkaran kecil
Sudut merupakan hal yang dibentuk oleh pertemuan antara dua buah sinar ataupun dua garis lurus.
Sudut ini merupakan suatu daerah yang terbentuk dari sebuah sinar yang diputar pada pangkal sinar. Sudut dinotasikan dengan menggunakan simbol “∠”.
Pengertian Sudut
Di dalam ilmu matematika, sudut dapat diartikan sebagai sebuah daerah yang terbentuk karena adanya dua buah garis sinar yang titik pangkalnya saling bersekutu atau berhimpit.
Sudut dalam geometri merupakan suatu besaran rotasi suatu ruas garis dari satu titik pangkalnya ke posisi yang lain.
Selain itu, dalam bangun dua dimensi yang beraturan, sudut bisa juga didefiniskan sebagai ruang antara dua buah ruas garis lurus yang saling berpotongan. -sc: wikipedia
Bagian-bagian pada suatu sudut
Sudut mempunyai tiga bagian penting, diantaranya yaitu:
Kaki Sudut
Merupakan garis sinar yang membentuk sudut tersebut.
Titik Sudut
Merupakan titik pangkal atau titik potong tempat berhimpitnya garis sinar.
Daerah Sudut
Daerah atau ruang yang terdapat diantara dua kaki sudut.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut:
Jenis-jenis Sudut
Untuk menyatakan besaran pada suatu sudut maka memakai satuan derajat (°), menit (‘), dan juga detik (“), di mana:
Sudut yang besarnya 90° disebut sebagai sudut siku-siku.
Sudut yang besarnya 180° disebut sebagai sudut lurus.
Sudut yang besarnya antara 0° serta 90° disebut sebagai sudut lancip.
Sudut yang besarnya antara 90° serta 180° (90°< D < 180°) disebut sebagai sudut tumpul.
Sudut yang besarnya lebih dari 180° serta kurang dari 360° (180° < D < 360°)disebut sebagai sudut refleks.
Jumlah dua sudut yang saling berpelurus (bersuplemen) yaitu 180°. Sudut yang satu adalah pelurus dari sudut yang lain.
Jumlah dua sudut yang saling berpenyiku (berkomplemen) yaitu 90°. Sudut yang satu adalah penyiku dari sudut yang lain.
Apabila dua garis berpotongan maka dua sudut yang letaknya saling membelakangi titik potongnya disebut sebagai dua sudut yang saling bertolak belakang. Dua sudut yang saling bertolak belakang merupakan sudut yang sama besar.